Kamis, 06 Januari 2011

3G

PENGERTIAN 3G
3G (dari bahasa Inggris: third-generation technology) merupakan sebuah standar yang ditetapkan oleh International Telecommunication Union (ITU) yang diadopsi dari IMT-2000 untuk diaplikasikan pada jaringan telepon selular. Istilah ini umumnya digunakan mengacu kepada perkembangan teknologi telepon nirkabel versi ke-tiga. Melalui 3G, pengguna telepon selular dapat memiliki akses cepat ke internet dengan bandwidth sampai 384 kilobit setiap detik ketika alat tersebut berada pada kondisi diam atau bergerak secepat pejalan kaki. Akses yang cepat ini merupakan andalan dari 3G yang tentunya mampu memberikan fasilitas yang beragam pada pengguna seperti menonton video secara langsung dari internet atau berbicara dengan orang lain menggunakan video. 3G mengalahkan semua pendahulunya, baik GSM maupun GPRS. Beberapa perusahaan seluler dunia akan menjadikan 3G sebagai standar baru jaringan nirkabel (wireless) yang beredar di pasaran ataupun negara berkembang.
Antara generasi kedua dan generasi ke-3, sering disisipkan Generasi 2,5, yaitu digital, kecepatan menengah (hingga 150 Kbps). Teknologi yang masuk kategori 2,5G adalah layanan berbasis data seperti GPRS (General Packet Radio Service) & EDGE (Enhance Data rate for GSM Evolution) pada domain GSM dan PDN (Packet Data Network) pada domain CDMA.

3G adalah istilah yang digunakan untuk teknologi telepon bergerak generasi ke-3, teknologi ini merupakan pengembangan dari generasi ke-2 (2G). 3G merepresentasikan evolusi untuk kapasitas, kecepatan data dan kemampuan layanan baru. Layanan yang terkait dengan 3G adalah layanan perpindahan data baik berupa voice data maupun non-voice data.
SEJARAH PERKEMBANGAN 3G
Pada dasarnya perkembangan teknologi komunikasi ini disebabkan oleh keinginan untuk selalu memperbaiki kinerja, kemampuan dan efisiensi dari teknologi generasi sebelumnya. Adapun perkembangan teknologi nirkabel dapat dirangkum sebagai berikut:
  1. Generasi pertama: analog, kecepatan rendah (low-speed), cukup untuk suara. Contoh: NMT (Nordic Mobile Telephone) dan AMPS (Analog Mobile Phone System). Dimulai pada awal 1980-an sebagai bagian komersil dari AMPS. Menggunakan format FDMA (Frequency Division Multiple Access) yang membawa suara analog sebesar 800 MHz pita frekuensi.
  2. Generasi kedua: digital, kecepatan rendah-menengah. Contoh: GSM dan CDMA2000 1xRTT. Berkembang di awal 1990-an saat operator seluler mengeluarkan 2 macam standar suara digital, GSM dan CDMA, dimana GSM menggunakan sistem TDMA (Time Division Multiple Access) yang mampu mengirimkan panggilan sampai 8 saluran di pita 900 dan 1800 MHz, sedangkan CDMA sendiri adalah singkatan dari (Code Division Multiple Access) yang mampu mengirimkan sinyal panggilan sampai 16 saluran di pita frekuensi 800 MHz.
  3. Generasi ketiga: digital, kecepatan tinggi (high-speed), untuk pita lebar (broadband). Contoh: W-CDMA (atau dikenal juga dengan UMTS) dan CDMA2000 1xEV-DO. 3G merupakan terobosan dalam pengiriman paket data yang memungkinkan berbagai aplikasi jaringan diterapkan. Dengan kata lain, 3G menghadirkan sebuah perubahan evolusioner dalam kecepatan pemindahan data.
PENGEMBANG RESMI 3G DI INDONESIA
Semenjak masuk ke Indonesia, 3G tentunya menjadi incaran perusahaan telekomunikasi. Setelah melalui pelelangan oleh Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi, terpilihlah 3 perusahaan seluler yang memiliki lisensi untuk mengembangkan 3G di Indonesia, yakni: Telkomsel, Excelcomindo Pratama, Indosat

SALAH PAHAM TENTANG 3G
Ada beberapa pemahaman yang salah tentang 3G di dalam masyarakat umum:
  1. Layanan 3G tidak bisa tanpa ada cakupan layanan 3G dari operator. Hanya membeli sebuah handset 3G, tidak berarti bahwa layanan 3G dapat dinikmati. Handset dapat secara otomatis pindah ke jaringan 3G bila, pelanggan tidak menerima cakupan 3G. Sehingga bila seseorang sedang bergerak dan menggunakan layanan video call, kemudian terpaksa berpindah ke jaringan 2G, maka layanan video call akan putus.
  2. Layanan 3G berada pada frekuensi 1.900 Mhz. ITU-T memang mendefinisikan layanan 3G untuk GSM pada frekuensi 1.900 Mhz dengan lebar pita sebesar 60 Mhz. Namun, pada umumnya, teknologi berbasis CDMA2000 menggunakan spektrum di frekuensi 800 Mhz, atau yang biasa dikenal sebagai spektrum PCS (Personal Communication System).

FUNGSI UTAMA 3G


3G adalah akses jaringan dan transfer data, bisa untuk internet, video call, mms dan sejenisnya
tapi dalam penggunaannya tentu saja tak lepas dari ketersediaan jaringan itu sendiri
(ada atau tidaknya sinyal 3G di tempat kita mengoperasikanya). Akses jaringan dan transfer data lainnya semisal GPRS, EDGE, 3G, HSDPA (3.5G). Akses datanya lebih cepat daripada GPRS (2G) dan EDGE (2,5G). Tapi lebih lambat daripada HSDPA (3,5G).

CARA MENGGUNAKAN FASILITAS 3G


Untuk bisa menggunakan fasilitas 3G harus mensetting-nya dulu. Tapi, sebelumnya GPRS pun harus sudah aktif.
Telkomsel
ketik : 3G
kirim ke : 3636
Indosat
ketik : 3G
kirim ke : 777
3G sendiri punya banyak kegunaan, yaitu:
- Akses data berkecepatan tinggi, sampai 384 kbps.
- Melakukan video call

- Streaming TV, dll.
TEKNOLOGI 3G YANG ADA SAAT INI
Ø  UMTS (W-CDMA). UMTS (Universal Mobile Telecommunications System) dikembangkan oleh Eropa dan Jepang.
Ø  CDMA2000. Digunakan dan dikembangkan oleh Amerika.
Ø  TD-SCDMA. Sedang dalam pengembangan oleh RRC.

MENGAPA 3G
Ø  Sistem 3G dibutuhkan untuk memberikan layanan bit rate tinggi yang memungkinkan gambar dan video dengan kualitas tinggi dikirim dan diterima melalui wireless network.
Ø  3G juga diharapkan untuk memberikan akses ke internet dengan bit rate yang tinggi pula.

KARAKTERISTIK 3G
Ø  Layanan suara dan data dengan bit rate tinggi, termasuk layanan multimedia.
Ø  Packet-switch.
Ø  Campuran dari berbagai layanan
Ø  Enhanced Multiple Access Techniques.
Ø  Pola modulasi dengan efisiensi yang tinggi.
Ø  Bisa berdampingan dengan 2G.

KENDALA DALAM PENGAPLIKASIAN 3G
Ø  Mendefinisikan teknologi yang akan dipakai
Ø  Daerah yang akan diimplentasikan
Ø  Hambatan pada implementasi global
Ø  Siapa yang akan diuntungkan
Ø  Keuntungan apa yang akan diperoleh

EVOLUSI 3G DAN PERENCANAAN JARINGAN (NETWORK PLANNING)
Perancangan Jaringan (Network Planning) adalah suatu langkah-langkah yang digunakan untuk menghasilkan suatu jaringan yang optimal dengan tetap memenuhi kapasitas dan cakupan yang diinginkan oleh penyedia layanan telekomunikasi.
3G haruslah menjadi pelengkap 2G, bukan pengganti ataupun menjadi layanan utama yang berdiri sendiri.
International Telecommunication Union (ITU) pada tahun 1999 telah mengeluarkan standar yang dikenal sebagai IMT-2000 (International Mobile Telecommunications-2000) yang meliputi GSM, EDGE, UMTS, CDMA, DECT dan WiMAX, dimana 3G berada di bawah standar IMT-2000 tersebut. Secara umum, ITU, sebagaimana dikutip oleh FCC mendefinisikan 3G sebagai sebuah solusi nirkabel yang bisa memberikan kecepatan akses:
Ø  Sebesar 128 Kbps untuk kondisi bergerak cepat atau menggunakan kendaraan bermotor
Ø  Sebesar 384 Kbps untuk kondisi bergerak
Ø  Paling sedikit sebesar 2 Mbps untuk kondisi statik atau pengguna stasioner
Ø  Pengguna General Packet Radio Service (GPRS) mencapai 114 Kbps
*      
*      
andar: 3-G

-G
ai 384 kbps.
3G ke 4G
Belakangan ini industri nirkabel mulai mengembangkan teknologi 4G, meskipun sebenarnya teknologi 4G ini seperti Long Term Evolution (LTE) hanya merupakan evolusi dari teknologi 3GPP dan Ultra Mobile Broadband (UMB) berasal dari 3GPP2, sehingga sulit untuk membedakan dengan jelas teknologi 3G dan 4G. Salah satu teknologi 4G yaitu WiMax mobile standard telah diterima oleh ITU untuk ditambahkan pada IMT-2000, sehingga teknologi baru ini masih digolongkan ke dalam keluarga 3G. International Telecommunication Union (ITU) sedang mempelajari kemampuan mobile broadband yang disebut IMT-advanced yang disebut teknologi generasi keempat (4G).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar