Teknologi informasi mutakhir telah berhasil menggabungkan sifat-sifat teknologitelekomunikasi konvensional yang bersifat massif dengan teknologi komputer yangbersifat interaktif. Fenomena ini lazim disebut sebagaikonv ergensi, yakni bergabungnyamedia telekomunikasi tradisional dengan internet sekaligus. Konvergensi menyebabkanperubahan radikal dalam penanganan, penyediaan, distribusi dan pemrosesan seluruhbentuk informasi baik visual, audio, data dan sebagainya (Preston, 2001). Kunci darikonvergensi adalah digitalisasi, kerena seluruh bentuk informasi maupun data diubah dariformat analog ke format digital sehingga dikirim ke dalam satuan bit (binary digit).Karena informasi yang dikirim merupakan format digital, konvergensi mengarah padapenciptaan produk-produk yang aplikatif yang mampu melakukan fungsi audiovisualsekaligus komputasi. Maka jangan heran jika sekarang ini komputer dapat difungsikansebagai pesawat televisi, atau telepon genggam dapat menerima suara, tulisan, datamaupun gambar tiga dimensi (3G).
Pada level teoritik, dengan munculnya media konvergen maka sejumlah pengertian
mendasar tentang komunikasi massa tradisional terasa perlu diperdebatkan kembali.
Konvergensi menimbulkan perubahan signifikan dalam ciri-ciri komunikasi massatradisional atau konvensional. Media konvergen memadukan ciri-ciri komunikasi massadan komunikasi antarpribadi dalam satu media sekaligus. Karenanya, terjadi apa yangdisebut sebagai demasivikasi (demasssification), yakni kondisi di mana ciri utama mediamassa yang menyebarkan informasi secara masif menjadi lenyap. Arus informasi yangberlangsung menjadi makin personal, karena tiap orang mempunyai kebebasan untukmemilih informasi yang mereka butuhkan.
Konvergensi media sesungguhnya bukan sajamemperlihatkan kian cepatnya perkembangan teknologi. Konvergensi mengubahhubungan antara teknologi, industri, pasar, gaya hidup dan khalayak. Singkatnya,konvergensi mengubah pola-pola hubungan produksi dan konsumsi, yangpenggunaannya berdampak serius pada berbagai bidang seperti ekonomi, politik,pendidikan, dan kebudayaan. Perubahan ini ditandai dengan meningkatnya penggunaan3
media konvergen secara luar biasa. Di samping itu, berkat kemajuan teknologi informasipula, biaya maupun infrastruktur yang diperlukan untuk dapat mengolah danmengirimkan informasi pun kian murah dari tahun ke tahun. Sebut saja desktop maupunnotebook yang sekarang ini laris manis bak kacang goreng karena disamping harganyayang makin terjangkau juga fasilitas yang disediakan juga makin canggih.
Secara khusus, konvergensi teknologi informasi menyebabkan bergesernya pola perilakumanusia dalam bekerja, belajar, mengelola lembaga bisnis atau perusahaan, menjalankanpemerintahan, maupun dalam melakukan perdagangan. Sejalan dengan itu, kini kitaakrab dengan aktivitas bisnis baik perdagangan maupun perbankan yang akrab kita kenaldengan sebutan e-commerce dan e-banking. Di sektor pemerintahan saat ini telah dikenalistilah e-government. Dalam dunia pendidikan, kini dikenal pembelajaran jarak jauhmelalui internet atau e-learning. Bahkan dunia seni pun tak luput dari sentuhan teknologiinformasi dimana kalangan pekerja seni dapat memperkenalkan karyanya ke duniainternasional tanpa tersekat oleh batas-batas teritorial. Dalam konteks hubunganantari ndividu pun terjadi perubahan yang dramatis atas pola-pola komunikasiinterpersonal dan aktualiasi diri dengan munculnhya web-blog, Mailing List, juga banyaknya komunitas maya (groups).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar