Latar Belakang Blackberry
Blackberry pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada pertengahan Desember 2004 oleh operator Indosat dan perusahaan Starhub. Perusahaan Starhub merupakan pengejewantahan dari RIM yang merupakan rekan utama BlackBerry. Di Indonesia, Starhub menjadi bagian dari layanan dalam segala hal teknis mengenai instalasi BlackBerry melalui operator Indosat. Indosat menyediakan layanan BlackBerry Internet Service dan BlackBerry Enterprise Server.
Pasar BlackBerry kemudian diramaikan oleh dua operator besar lainnya di tanah air yakni Excelkom dan Telkomsel. Excelkom menyediakan dua pilihan layanan yaitu BlackBerry Internet Service dan BlackBerry Enterprise Server+ (BES+). BES+ adalah layanan gabungan dari BES dan BIS, ditujukan bagi pelanggan korporasi sehingga pelanggan dapat menerima dan mengirim email kantor yang berbasis Microsoft Exchange, Novel Wise, Lotus Domino dan 10 akun e-mail berbasis POP3/IMAP melalui telepon genggam. Sementara, operator Telkomsel hanya menyediakan BlackBerry sebagai bagian dari layanan korporasi dengan BlackBerry Enterprise Server.
Pada awalnya, layanan BlackBerry hanya bisa diakses melalui smartphone BlackBerry saja. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, ketiga operator ini telah menyediakan fasilitas BlackBerry Connect yang memungkinkan BlackBerry Internet Solution diakses melalui smartphone jenis lain seperti Nokia (N-9500, N-9300, N-9300i, E61. E71), Sony Ericsson P910i, M600i, Palm Treo, Dopod, dan lainnya. Sejauh ini, fasilitas BlackBerry memang baru dimanfaatkan oleh para pengguna pribadi dan korporasi, belum merambah hingga bidang pemerintahan dan intelijen seperti di negara-negara lain.
Model Awal munculnya blackberry: 850, 857, 950, 957. Model Monokrom berbasis Java : seri 5000 dan seri 6000. Model Warna : seri 7200, seri 7500 dan seri 7700. Model dengan kemudahan mengetik : seri 7100 Model BlackBerry Modern : seri Huron (8800), termasuk BlackBerry Pearl (8100) dan BlackBerry Curve (8300) Model Terkini (2008- ..) : Seri Bold (9000), Pearl Flip (8220), Storm (9500), Javeline (8900), dan Gemini (8520 lalu yang terbaru adalah BlackBerry Bold 9700 dan BlackBerry storm II.
Umumnya BlackBerry dijual sepaket dengan nomor operator GSM seperti XL, Indosat, Axis dan Telkomsel. Dengan demikian unit BlackBerry dikunci dengan tiga operator. Namun ada juga unit BlackBerry sebagai unit yang terpisah, alias sudah di-unlock sehingga bisa dipakai oleh seluruh operator. BlackBerry seperti ini berasal dari luar negeri. Saat ini ada banyak tipe BlackBerry yang ada di Indonesia. Ada Tipe lama seperti 7290, 7730, dan tipe baru seperti 81xx series, 83xx series, 88xx series, dan 87xx series. Yang terbaru adalah BlackBerry 9000 alias BlackBerry Bold.
BlackBerry 83xx series (curve) yang ada di pasaran, misalnya BlackBerry 8300, 8310, dan 8320. BlackBerry 8300 hanya mempunyai kamera saja tanpa fitur tambahan lain. BlackBerry 8310 memiliki kamera dan GPS . Sedangkan BlackBerry 8320, yang merupakan tipe terlaris dari 83xx series, memiliki kamera dan Wifi. Series selanjutnya adalah BlackBerry 88xx series atau Huron. Dengan varian BlackBerry 8800 dengan fitur GPS, dan 8820 dengan GPS dan WiFi. BlackBerry 81xx series atau Pearl memiliki varian 8100, 8110, dan 8120. Model-model baru BlackBerry adalah 87xx series. Terdiri dari BlackBerry 8700 dan 8707. Tipe ini adalah BlackBerry 3G yang pertama.
Produk Unggulan BlackBerry
Produk yang menjadi andalan utama dan membuat BlackBerry digemari di pasar adalah surat-e gegas (push e-mail). Produk ini mendapat sebutan surat-e gegas karena seluruh surat-e baru, daftar kontak, dan informasi jadwal (calendar) “didorong” masuk ke dalam BlackBerry secara otomatis. Seperti yang telah disebutkan di atas mengenai keunggulan dari BlackBerry, yaitu push e-mail. Dengan push e-mail semua e-mail masuk dapat diteruskan langsung ke ponsel. E-mail juga sudah mengalami proses kompresi dan scan di server BlackBerry sehingga aman dari virus. Lampiran file berupa dokumen Microsoft office dan PDF dapat dibuka dengan mudah. sebuah e-mail berukuran 1 MB, jika diterima melalui push e-mail dapat menjadi 10 kb dengan isi yang tetap. (RBA4762)
Bagi Pengguna tidak perlu mengakses Internet terlebih dulu dan membuka satu persatu surat-e yang masuk, atau pemeriksaan surat-e baru. Hal ini dimungkinkan karena pengguna akan terhubung secara terus-menerus dengan dunia maya melalui jaringan telepon seluler yang tersedia. Alat penyimpanan juga memungkinkan para pengguna untuk mengakses data yang sampai ketika berada di luar layanan jangkauan nirkabel. Begitu pengguna terhubung lagi, BlackBerry Enterprise Server akan menyampaikan data terbaru yang masuk.
Kelebihan lainya adalah kemampuan BlackBerry yang dapat menampung e-mail hingga puluhan ribu tanpa ada risiko hang, asalkan masih ada memory yang tersisa. BlackBerry juga bisa digunakan untuk chatting. Mirip dengan Yahoo Messenger, namun dilakukan melalui jaringan BlackBerry dengan memasukan nomor identitas. Semua layanan BlackBerry ini dikenal sangat aman baik e-mail, chatting, maupun browsing. untuk browsing internet data-data dari website sudah dikompresi sehingga lebih cepat dibuka.
Fasilitas lain yang menjadi andalan BlackBerry adalah pesan instan. Yahoo Messenger, Google Talk dan Skype kini telah menjadi rekanan dengan BlackBerry. Teknologi terkini memang memungkinkan kita untuk “mengobrol” (chatting) di Internet melalui telepon genggam dan Personal Digital Assistant (PDA). Tetapi yang berbeda pada BlackBerry adalah proses instalasi lengkap yang bisa dilakukan nya melalui jaringan nirkabel.
Melihat fenomena BlackBerry yang digemari masyarakat karena keunggulan fasilitas komunikasinya, membuat banyak perusahaan IT berkembang dan berlomba-lomba menciptakan aplikasi yang paling mutakhir untuk pengguna BlackBerry. Salah satu diantaranya adalah aplikasi Intar.
Keunggulan lain juga hadir melalui teknologi kompresi yang menyebabkan biaya akses menjadi murah dan pemberitahuan jawaban pesan melalui tanda getar pada BlackBerry. Penggunaan BlackBerry semakin meluas dengan hadirnya fasilitas koneksi BlackBerry (BlackBerry Connect). Dengan BlackBerry Connect, pengguna tidak lagi harus menggunakan perangkat genggam BlackBerry untuk memanfaatkan BlackBerry Internet Solution. Pengguna hanya perlu menginstalasi BlackBerry Connect pada smartphone merek apapun yang dimiliki, kita bisa memanfaatkan BlackBerry Internet Solution.
Pengguna BlackBerry handset non BlackBerry terdapat perbedaan dengan handset BlackBerry dimana Untuk handset non BlackBerry apabila aplikasinya membutuhkan koneksi GPRS/EDGE/3G maka koneksi akan dikenakan biaya GPRS sesuai operator. jumlah email yang bisa di integrasikan jika menggunakan HP BlackBerry adalah 10 email account dan jika menggunakan BlackBerry Connect tergantung memori HP.
Dampak dari BlackBerry
BlackBerry masih menjadi demam dan trend yang luar biasa di Indonesia. Ironisnya, tidak semua BlackBerry yang digunakan benar-benar asli BlackBerry, karena sebagian ada juga yang berupa “blackberry-blackberryan” atau handphone qwerty produksi Cina yang dimodel sangat mirip dengan BlackBerry. Suatu tanda dominasi Nokia sebagai market leader ponsel di Indonesia yang mulai tergeserkan oleh BlackBerry, BlackBerry benar-benar sukses menularkan banyak konsep baru di Indonesia salah satunya adalah mempopulerkan penggunaan handphone qwerty sebagai standard text inputting dan penggunaan internet secara full online yang sebelumnya belum ada / masih jarang di Indonesia.
Salah satu yang wajib di waspadai dari BlackBerry adalah BlackBerry Messenger. Dimana melalui fitur ini anda bisa berinteraksi dengan banyak orang seperti Yahoo Messenger. Kecenderungan yang ada, BBM (BlackBerry Messenger) lebih banyak digunakan selain untuk chatting tetapi juga untuk broadcasting message. BlackBerry bisa berpengaruh baik atau buruk tergantung pada orang yang menggunakan BlackBerry.
BlackBerry Diblokir di Indonesia, berita buruk diterima para blackberry holic atau para pemakai BlackBerry. Pasalnya Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) sementara ini menghentikan laju impor BlackBerry dengan tidak melayani sertifikasi produk yang akan masuk Indonesia. Pemblokiran Blackberry ini dilakukan lantaran software mata-mata yang digunakan pada perangkat tersebut. Peranti lunak itu dianggap berbahaya karena mampu mengirimkan informasi ke kantor pusat Research In Motion (RIM) di Kanada, yang menurut pemerintah menjadi sekutu Amerika Serikat.
Pemerintah Uni Emirat Arab mulai pekan ini memblokir fitur utama pada smartphone BlackBerry, yakni BlackBerry Mesenger (BBM). Menurut pemerintah, pesan yang tertulis di dalam BBM itu telah direkam dan dikirimkan ke pusat data RIM tanpa pengawasan. Adapun pemerintah Arab Saudi akan memblokir beberapa layanan pada ponsel BlackBerry pada 11 Oktober mendatang. Layanan yang dibekukan adalah BlackBerry Mesanger (BBM), e-mail dan browsing.
Menurut kedua pemerintah itu, ada software khusus dalam BlackBerry yang mampu mengenkripsi data dan mengirimkannya ke kantor pusat RIM. Pemerintah Uni Emirat Arab dan Arab Saudi khwatir data yang terkirim itu akan digunakan untuk kegiatan teroris atau kejahatan lainnya yang tidak dapat dipantau pemerintah. Namun beberapa analis berpendapat pembekuan fasilitas BlackBerry merupakan bentuk ketakutan pemerintah akan RIM yang dinilai sebagai sekutu Amerika Serikat dan mampu membocorkan data mengenai ladang minyak di dua negara itu.
BlackBerry ternyata memberi efek buruk bagi pemakainya. Akibat-akibatnya antara lain:
1. Membuat ketagihan
Perangkat telepon seluler pintar ini begitu mudah membuat pemiliknya merasa kecanduan. Studi Rutgers University pada 2006 menyimpulkan, Blackberry dan perangkat serupa memicu kenaikan penggunaan internet yang cukup signifikan, namun berdampak buruk bagi kesehatan mental.
2. Mengganggu Tidur
Dengan layanan internet 24 jam, perangkat Blackberry akan bergetar atau berdering setiap saat, ketika ada email dan pesan singkat masuk. Dan setiap saat pula, pengguna akan memainkan Blackberry-nya, termasuk ketika sudah berada di tempat tidur. Tak jarang pula, pengguna begitu sensitif dengan getar Blackberry, sehingga mudah terbangun dari tidur untuk membuka pesan yang masuk.
Kebiasaan menyanding Blackberry di tempat tidur inilah yang akhirnya membuat tidur tak berkualitas. Dampak selanjutnya, tentu menyerang kesehatan. Bukan rahasia lagi bahwa rendahnya kualitas tidur berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental.
Sebuah penelitian mengungkap, pengguna Blackberry yang memiliki kebiasaan memainkannya sebelum tidur rentan mengalami insomnia, sakit kepala, dan kesulitan berkonsentrasi. Penelitian yang dilakukan Uppsala University di Swedia menambahkan bahwa radiasi telepon seluler bisa mengganggu aktivitas tidur.
3. Memicu cemas
Memiliki telepon selular cerdas semacam Blackberry memang menyenangkan bagi sebagian orang. Dengan Blackberry, aktivitas berkirim email, chatting, hingga berselancar di internet bisa dilakukan bersamaan, kapan saja, dan di mana saja. Banyak pula yang mengandalkannya untuk urusan pekerjaan.
Studi yang dilakukan MIT’s Sloan School of Management pada 2007 mengungkap, penggunaan Blackberry membentuk budaya stres di tempat kerja. Fasilitas internet 24 jam yang dijagokan telepon seluler pintar itu mengacaukan waktu luang pekerja. Tugas dan hal-hal yang menyangkut pekerjaan bisa hadir kapanpun, termasuk kala sedang libur.
4. Melemahkan otak
Di balik kemudahan yang diberikan, Blackberry berisiko melemahkan daya konsentrasi penggunanya. Karakternya yang mampu membuat pengguna melakukan sejumlah hal dalam waktu bersamaan (multitasking) cenderung membuat seseorang kesulitan menyerap informasi lantaran fokusnya mudah beralih dari satu hal ke hal lain. “Sebagai multitasker, otak mereka dibanjiri terlalu banyak informasi, akibatnya mereka tidak selektif lagi untuk memilah informasi yang penting dengan cepat,” kata Dr David W Goodman, Direktur Pusat Gangguan Psikologis di Maryland, Baltimore. Untuk itu, ia menyarankan para pengguna Blackberry agar tak mengaktifkan jaringan internetnya selama 24 jam. “Buat jadwal untuk membuka email, misalnya satu jam sekali, atau dua jam sekali,” kata Goodman. “Jangan menjadikan diri sebagai budak getar atau dering Blackberry.
Fenomena Blackberry
Saat ini blackberry merupakan smartphone yang sedang digandrungi oleh banyak orang. Bisa kita temukan di mana-mana orang menggunakan smartphone ini. Sepertinya sedang menjadi sebuah trend baru. Banyak orang rela mengeluarkan uang untuk membeli produk ini hanya untuk mengikuti tren ini saja. Mereka tidak benar-benar memerlukannya sebagai kebutuhan mereka.
Fenomena lain yang muncul dari orang-orang yang memakai Blackberry ini adalah timbulnya orang-orang yang bersikap acuh terhadap lingkungan sekitarnya. Seperti diketahui Blackberry mempunyai fasilitas yang memungkinkan penggunanya untuk melakukan chating dengan pengguna sesame Blackberry. Hal inilah yang kemudian membuat si pengguna merasa keasyikan dengan komunitasnya di dunia maya. Mereka melupakan komunitasnya di dunia nyata. Sering kita lihat orang-orang yang sedang asyik chatting, online melalui Blacberry ini tidak sesuai pada tempatnya. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bila pengguna Blackberry tidak bisa mengontrol diri mereka sendiri
Analisis Mengenai Produk Blackberry
Pertumbuhan layanan BlackBerry di Indonesia terus meningkat sangat signifikan akhir-akhir ini. Informasi dari Research in Motion (RIM) selaku penyedia teknologi BlackBerry, juga menyatakan bahwa pertumbuhan penggunaan layanan tersebut di Indonesia merupakan yang tertinggi di antara negara-negara lain di kawasan Asia Pacifik. Saat ini saja diperkirakan ada sekitar tiga ratus ribuan jumlah pengguna layanan BlackBerry dari tiga operator yang menyediakan layanannya di Indonesia, yaitu Indosat, Telkomsel, serta Excelcomindo Pratama (XL). Sungguh suatu jumlah yang sangat mencengangkan, mengingat harga handset yang relatif lebih mahal dibandingkan dengan perangkat handset lainnya.
Merebaknya penggunaan layanan BlackBerry tentunya juga tidak terlepas dari berbagai upaya yang dilakukan oleh tiga operator tersebut. Tingginya minat konsumen pada BlackBerry didorong langkah operator yang mengobral produknya pada momentum tertentu. Seperti jelang Lebaran beberapa operator mengobral produknya. Indosat menyediakan paket handset hemat BlackBerry dengan harga khusus selama Ramadhan. Handheld BlackBerry ditawarkan dengan potongan harga hingga 20% dari harga normal. Indosat menawarkan BlackBerry Storm 9500 Rp 6,2 juta, BlackBerry 9000 Bold Rp 5,9 juta dan BlackBerry Curve 8900 Rp 4,9 juta. Telkomsel juga melakukan langkah serupa dengan menawarkan diskon paket bundling BlackBerry Bold, Javelin, Storm. Termasuk handset yang dijualnya secara eksklusif iPhone 3G 16GB ditawarkan dengan harga lebih murah Rp 7,5 juta.
Tidak hanya dari sisi fungsionalnya saja, tetapi juga bagaimana menjadikan penggunaan BlackBerry sebagai bagian dari gaya hidup.
Tumbuhnya BlackBerry BM tersebut juga tidak terlepas dari kurangnya pemahaman dari calon pengguna mengenai karakteristik layanan BlackBerry sendiri. Calon pengguna yang masih awam rata-rata berpikiran bahwa pemakaian layanan BlackBerry dianggap sama saja dengan menggunakan layanan telpon biasa.
Cukup beli perangkat handset, beli kartu/SIM card dari salah satu operator, kemudian dinyalakan, dan siap digunakan, selesai. Dianggap sesederhana itu prosesnya. Dan bahkan banyak yang tidak mengetahui adanya unique identity yang disebut dengan PIN dan IMEI. Dan kalaupun mereka tahu mengenai PIN dan IMEI, rata-rata hanya tahu dari sisi istilahnya saja karena sering mendengar dari teman, relasi atau saudaranya yang terlebih dahulu menggunakan layanan BlackBerry. Banyak di antara calon pengguna, yang tidak mengetahui atau memahami bahwa di dalam penyediaan layanan BlackBerry ada keterkaitan beberapa pihak diantaranya operator selaku penyedia jaringan, penggunanya sendiri serta tentunya RIM selaku penyedia teknologi layanan BlackBerry.
Peningkatan penggunaan BlackBerry yang sangat pesat, yang tidak diimbangi dengan pemahaman yang cukup dari calon pengguna mengenai layanan BlackBerry sendiri, pada akhirnya juga terus mendorong keberadaan pasar gelap atau jalur penjualan BlackBerry tidak resmi. Secara sadar ataupun tidak, dengan maraknya trend mobile online belakangan ini menjadikan handphone BlackBerry atau sejenisnya naik pamor, mengapa tidak, karena fasilitas yang terdapat didalamnya dapat menunjang itu semua.
Pada dasarnya diferensiasi yang dilakukan pada BlackBerry ini menjadikan sebagai handphone yang memiliki ”kharisma” tinggi sehingga mempunyai daya pikat tersendiri dan pada akhirnya berbagai macam vendor mengikutinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar